Tuesday, February 24, 2009

Harapan

Masih ingat apa yang menjadi impian anda ketika masih kecil dulu? Ah, ya! Menjadi seperti Ibu Annie yang merupakan guru kesayangan kami di SD, menjadi seperti Pak Anton tetangga kami yang dengan gagah menerbangkan pesawat-pesawat dari satu kota ke kota lain, dan yang paling umum, saya ingin menjadi seperti artis Tora Sudiro, atau yang lebih populer di jaman sekarang: saya ingin bisa menyanyi seindah Afghan.


Kita menggantungkan harapan dan cita-cita setinggi langit, tapi sekarang, berapa persen dari anda yang berhasil mencapai apa yang anda inginkan?


Setiap dari impian dan keinginan kita yang mendalam, jarang sekali akan langsung terwujud dalam sekejap mata.


Along the way, rintangan dan halangan menghadang. Satu per satu mimpi kita berjatuhan, dihalangi oleh tembok-tembok besar yang membuat kita patah semangat. Keputusasaan dan sikap pasrah tiba-tiba menjadi gaya hidup kita. Kita merasa kecewa, dan beranggapan bahwa mimpi-mimpi itu hanyalah sebuah angan-angan.


Kita berusaha dan berupaya, namun gagal. Kita mencoba dan mencoba, tapi tidak bisa. Akhirnya kita menjadi patah semangat dan berhenti berharap.


Sebenarnya, jika kita telah menganggap itu semua hanya angan-angan belaka, mungkin anda benar! Karena ketika anda berhenti berharap, anda berhenti bertindak! Ketika anda tidak bertindak, percayalah: tidak ada satu halpun yang akan anda capai!






Nah, kalau begitu situasinya, apakah benar impian-impian tadi merupakan sesuatu yang mustahil untuk dicapai?


Ingat lirik lagu Sheila on7 “Berhenti Berharap”?


aku tak percaya lagi
dengan apa yang kau beri
aku terdampar di sini
tersudut menunggu mati




Memang betul, ketika kita tidak percaya akan adanya harapan, sepertinya kita manusia hanya ada untuk menunggu mati.


Sobat, manusia tidak diciptakan hanya untuk menunggu mati!


Manusia tidak hidup seperti itu! There’s more in this life, there’s more than life itself! Kehidupan yang berkelimpahan yang dijanjikan oleh Dia yang datang kedunia ini.


Dialah penulis hidup kita, yang maha hadir...Dia tahu masa lalu kita, Dia tahu keadaan kita sekarang, dan bahkan, Dia yang merancang apa yang akan terjadi di hari esok kita.


Ketika kita berjalan di dalam rencanaNya, Ia menjanjikan hari depan yang penuh harapan.


Sudahkah anda berhenti berharap saat ini?




Sumber :www.cvc.tv

0 komentar: